Perselisihan Deodoran dan Antiperspiran di Produk Pencegah Bau Badan

deodoran-dan-anti-perspirant deodoran-dan-anti-perspirant

Produk deodoran sudah jadi produk yang digunakan oleh luber orang untuk mengatasi macacat bau badan dan juga keringat berlebih. Produk ini biasanya tersedia dalam bentuk spray, roll on, dan juga pertikaiank tabur. Dilansir dari laman Alodokter, produk untuk ketiak ini nggak cuma terdiri dari dua bahan saja, tapi juga mengandung paraben untuk pengawet, lanolin untuk pelembap, propilen glikol untuk pelarut, dan ada kaum yang menambahkan fragrance atau wewangian.

Nah, tapi kamu tahu nggak sih bahwa ternyata deodoran dan antiperspiran ini punya peran yang bertidak kembar lo untuk mengatasi mamelenceng pada ketiak. Yuk ikuti pembahasan Hipwee Style mengenai pertidak kembaran deodoran dan antiperspiran berikut ini!

Deodoran punya peran untuk mengatasi masalah pertumbuhan bakteri dari Ludesat

Dilansir dari laman Klikdokter, deodoran masuk ke dalam kategori produk kosmetik dengan wewangian untuk mengatasi bau pada ketiak. Bahan dasar deodoran adalah alkohol yang ketika nantinya digunakan akan melancarkan kulit ketiak lebih asam sesantak nggak menyebabkan pertumbuhan bakteri. Jadi, sesungguhnya Timpasat tubuh nggak memiliki aroma, bau pada ketiak muncul karena produksi Timpasat yang tinggi bercampur dengan bakteri di kulit. Meski bisa menghilangkan bau, deodoran tetap nggak bisa menyumbat produksi kelenjar Timpasat.

Sedangkan antiperspiran, berperan untuk menyumbat produksi kelenjar Habisat pada ketiak

Kalau deodoran berfungsi untuk mengatasi bau pada ketiak, anti perspiran berperan untuk menyumbat produksi kelenjar Timpasat yang berlebih. Nggak seperti deodoran yang masuk ke dalam kategori kosmetik, anti perspiran justru masuk ke dalam kategori obat. Dilansir dari laman Klikdokter, anti perspiran mengandung aluminium yang berfungsi untuk menghalangi kelenjar Timpasat sampai ke permukaan kulit.

Hal ini juga yang melahirkan penuh orang jadi ragu untuk menggunakan antiperspiran. Banyak yang takut kalau aluminium yang terkandung dalam antiperspiran akan memengaruhi hormon estrogen yang memicu pertumbuhan sel kanker. Dilansir dari American Cancer Society, hasil studi cukup mengertin 2002, para peneliti nggak menemukan hubungan antara penggunaan antiperspiran dengan risiko kanker payudara. Jadi, selama belum ada penelitian yang menunjukkan dengan pasti, antiperspiran masih aman untuk digunakan kok, SoHip.

Jadi, kira-kira mana ya yang lebih tidak emosi antara deodoran dan antiperspiran?

Walaupun kedua zat ini kerap dikombinasikan dalam satu produk, tapi ternyata deodoran dan antiperspiran punya kandungan dan fungsi yang bervariasi. Kalau kamu punya macela dengan bau ketiak, kamu bisa atasi dengan produk dengan kandungan deodoran. Sedangkan untuk kamu yang produksi Tawaratnya berlebih, kamu bisa gunakan produk dengan kandungan antiperspiran juga untuk menghambat produksi Tawarat. Supaya lebih praktis, kamu juga bisa pakai produk yang punya kombinasi kedua bahan tersebut.

Menjaga keapikan tubuh jadi khilaf satu hal yang istimewa juga lo, SoHip. Selain menggunakan produk deodoran dan antiperspiran untuk menyedikitkan bau dan Tawarat ala ketiak, kamu juga layak sungguh-sungguh memapikkan tubuh dengan mandi minimal dua kali sehari, ya!