breaking news New

ASAL MULA GOA PINDUL HINGGA KINI DIJADIKAN TEMPAT WISATA

Goa Pindul merupakan objek wisata berupa goa yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Goa Pindul memang sudah ada sejak dulu, bahkan mungkin tidak ada orang yang pernah tahu secara pasti kapan goa ini terbentuk. Goa Pindul terbentuk secara alami mungkin berjuta-juta tahun yang lalu sebelum masehi. Tidak ada unsur buatan manusia sedikitpun hingga membentuk lorong goa.

Sebelum dibuka sebagai obyek wisata, Goa Pindul hanya dijadikan tempat untuk aktivitas warga sekitar diantaranya untuk mencuci pakaian atau tempat memancing. Mandi di sungai ini mungkin dilakukan warga sekitar tiap harinya, karena airnya yang bersih dan selalu mengalir tidak terkontaminasi limbah pabrik dan sebagainya. Goa Pindul juga menjadi sarang kelelawar sehingga terkesan angker sebelum akhirnya para warga dengan sejumlah mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian ke masyarakat desa Beji untuk membersihkan kawasan tersebut. Dibalik itu semua, ada juga kisah legenda yang populer dikalangan warga sekitar mengenai asal-usul Goa Pindul ini.

Berawal dari kisah perjalanan Joko Singlulung yang menelusuri hutan lebat, sungai dan goa untuk mencari ayahnya. Saat sedang menyusuri 7 goa yang memiliki aliran sungai di bawahnya, kepala Joko terbentur sebuah batu yang terdapat di dalam goa. Goa tempat Joko terbentur tersebut dinamai Gua Pindul yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa yaitu pipi gebendul (pindul) yang artinya pipi yang terbentur.

Ada juga yang menyebutkan bahwa awal mula Goa Pindul berasal dari kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang melakukan perjalanan kearah timur yaitu ke (arah Gunungkidul) dengan membawa seorang bayi. Sementara itu sang bayi terus menangis, Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan memutuskan untuk memandikan sang bayi. Ki Juru Mertani naik ke salah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit. Dengan kesaktian yang dimiliki tanah yang diinjak pun runtuh dan mengangalah sebuah lubang besar dengan aliran air dibawahnya, kemudian sang bayi dimandikan di dalam goa di lubang tadi.