Asal Muasal Dolar Amerika Menjadi Mata Uang Global

Gambar mata uang dolar Amerika Gambar mata uang dolar Amerika

Dolar Amerika adalah mata uang resmi Negara Amerika Serikat yang digunakan sebagai alat tukar untuk barang dan jasa di dalam negeri. Rupiah Indonesia adalah mata uang resmi Indonesia yang juga digunakan sebagai alat tukar untuk barang dan jasa di dalam negeri. Kedua mata uang ini digunakan secara global dan dianggap sebagai mata uang utama dalam ekonomi dunia. Nilai tukar antara kedua mata uang dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu tergantung pada berbagai faktor ekonomi dan politik.

Dolar Amerika Sebagai Acuan Mata Uang Perdagangan

Dolar Amerika seringkali dijadikan sebagai acuan transaksi global karena merupakan mata uang yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat merupakan salah satu negara ekonomi terbesar di dunia dan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pasar keuangan global. Selain itu, banyak negara lain yang menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang cadangan resmi mereka, sehingga memperkuat posisi dolar Amerika sebagai mata uang acuan global. Namun, ada juga beberapa mata uang lain yang juga sering dijadikan sebagai acuan transaksi global, seperti euro dan yen Jepang.

Dasar Nilai Sebuah Mata Uang

Nilai suatu mata uang ditentukan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah jaminan yang diberikan oleh pemerintah atau bank sentral negara yang bersangkutan. Jaminan ini dapat berupa cadangan devisa yang dimiliki oleh negara tersebut, yaitu jumlah aset yang dapat ditukarkan ke mata uang asing untuk mendukung nilai mata uang domestik. Cadangan devisa ini dapat berupa emas, obligasi atau surat berharga lainnya yang dipegang oleh bank sentral atau pemerintah. Selain itu, nilai suatu mata uang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi lainnya, seperti tingkat inflasi, tingkat suku bunga, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan kondisi politik dan keamanan di negara tersebut. Ketika negara memiliki tingkat inflasi yang rendah, tingkat suku bunga yang kompetitif, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, maka nilai mata uangnya cenderung akan meningkat. Sebaliknya, jika negara mengalami inflasi tinggi, tingkat suku bunga yang tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat, maka nilai mata uangnya cenderung akan melemah.

Awal Penggunaan Dolar Amerika Sebagai Acuan Transaksi Global

Dolar Amerika Serikat (AS) pertama kali mulai digunakan sebagai mata uang acuan global pada tahun 1944, ketika negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II bertemu di Bretton Woods, New Hampshire, untuk menetapkan sistem moneter baru setelah kekalahan Jerman. Pada pertemuan tersebut, dolar AS ditetapkan sebagai mata uang yang akan dipegang oleh negara-negara lain sebagai cadangan devisanya, sementara dolar AS sendiri akan ditetapkan sebagai mata uang yang dapat ditukarkan dengan emas pada tingkat yang tetap, yaitu 35 dolar AS per ons emas.

Dengan demikian, dolar AS menjadi mata uang yang paling stabil dan paling dipercaya di dunia, dan mulai digunakan sebagai mata uang acuan dalam transaksi internasional. Pada tahun 1971, Presiden Richard Nixon mengumumkan bahwa dolar AS tidak lagi akan ditukarkan dengan emas pada tingkat yang tetap, yang menandai akhir dari sistem Bretton Woods dan awal dari sistem moneter yang saat ini kita kenal, yaitu sistem mata uang fiat (mata uang yang nilainya ditentukan oleh kepercayaan dan kebijakan pemerintah, bukan berdasarkan nilai fisiknya). Hingga saat ini, dolar AS masih menjadi mata uang acuan utama di dunia, digunakan dalam sebagian besar transaksi internasional dan sebagai mata uang cadangan devisa oleh banyak negara.

Perdagangan Ekspor Impor Menggunakan Mata Uang Lokal

Perdagangan ekspor-impor dapat dilakukan dengan menggunakan mata uang lokal, yaitu mata uang yang digunakan di negara yang melakukan perdagangan tersebut. Hal ini dapat dilakukan jika kedua belah pihak yang melakukan perdagangan sepakat untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi tersebut. Meskipun demikian, dalam praktiknya, perdagangan internasional seringkali menggunakan mata uang asing sebagai alat pembayaran, terutama mata uang yang dianggap paling stabil dan paling dipercaya di dunia, seperti dolar AS atau euro. Penggunaan mata uang asing ini dilakukan untuk mengurangi risiko yang terkait dengan perubahan nilai mata uang lokal yang mungkin terjadi selama periode waktu yang panjang. Selain itu, penggunaan mata uang asing juga mempermudah proses perdagangan internasional karena mata uang asing tersebut lebih mudah dipertukarkan dan lebih dikenal di negara-negara lain.